Jumat, 03 Juli 2009

KEWIRAUSAHAAN

MODUL KEWIRAUSAHAAN
PENGANTAR BISNIS & HUKUM BISNIS




























Disusun Oleh :
Moch. Noviadi.Nurgroho, M.Pd





UNIVERSITAS PAMULANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
Sekretariat : Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Selatan Tangerang Selatan Banten


BAB I
DEFINISI & RUANG LINGKUP BISNIS


1.1. Pengertian Bisnis
Bisnis berasal dari bahasa inggris “Business” yang berarti : Usaha, Urusan atau perusahaan.

Menurut Hughes, Robert J & Jack R. Kapoor dalam buku Business (1985) :
Business is the organized effort of individuals to produce and sell for a profit, the goods and services that satisfy society’s needs. The general term business refers to all such efforts within a society or within an industry

Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan, menjual barang, meningkatkan jasa guna mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut Brown dan Potrelo (1976) :
Business is an institution wich produces goods and services demanded by
people.

Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Bisnis adalah sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, konstruksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa yang bergerak dalam bidang pemasaran produk dan jasa ke konsumen baik perusahaan kecil persorangan ataupun perusahaan besar.

Tujuan utama bisnis adalah memenuhi kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) pelanggan/Customers, memperoleh keuntungan (profit/ benefit), nilai (value), meningkatkan nilai guna bentuk/fungsi (form utility), nilai guna waktu (time utility), nilai guna tempat (place utility), dan nilai guna kepemilikan (possession utility).

Faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat sehingga kurang berminat terhadap profesi bisnis :
a. Faktor Modal (sumber permodalan, jaminan, bunga pinjaman, pengembalian hutang, dll)
b. Besarnya resiko bisnis (resiko merugi, tidak laku, bangkrut)
c. Keuntungan/penghasilan bisnis tidak stabil
d. Pekerjaan rendah, kurang terhormat (kurang dihormati/dihargai seperti pekerjaan kantoran lainnya)
e. Waktu kerja fleksibel
Image bisnis yang terbentuk tidak jujur, kotor, kikir, dll

1.2. Pengertian Manajemen Bisnis
Pengertian dan konsep yang berkaitan dengan semua aspek dalam praktik kegiatan perusahaan/organisasi bisnis, meliputi bidang sumber daya manusia, pemasaran, operasi, dan keuangan. konsep dasar bisnis, sistem ekonomi negara, etika bisnis dan tanggung jawab sosial, bentuk-bentuk organisasi bisnis, kewirausahan, serta pengelolaan organisasi bisnis (penerapan fungsi manajemen dalam bisnis).
Pengelolaan kegiatan utama bisnis, yaitu tentang pengelolaan sumber daya manusia dalam bisnis termasuk motivasi, kepemimpinan, dan hubungan ketenagakerjaan, pengelolaan operasi/produksi dalam bisnis, pengelolaan pemasaran meliputi konsep dasar dan analisis peluang pemasaran, serta pengembangan bauran pemasaran (marketing mix), dan pengelolaan manajemen keuangan dalam bisnis.

1.3. Bentuk-Bentuk Struktur Organisasi Bisnis
Organisasi Bisnis merupakan sebuah entitas sosial; entitas sosial yang diarahkan oleh tujuan; yang dirancang (secara sengaja) untuk memiliki struktur dan sistem aktivitas yang terkoordinasi; terhubung dengan lingkungan eksternal atau lingkungan luar untuk memnuhi kebutuhan dan keinginan manusia serta memperoleh keuntungan (profit/benefit).

Adapun beberapa bentuk struktur Organisasi Bisnis, antara lain :
1. Struktur Umum
Terdiri dari struktur organisasi sederhana (simple structure) berbentuk vertikal
misalnya :
a. Struktur Fungsional :
b. Struktur Birokratis :
c. Struktur Divisional :
2. Struktur kontemporer
a. Struktur tim (team structure atau dikenal pula sebagai horizontal
structure),
b. Virtual organization (modular/network),
c. Struktur Hybrid (gabungan vertical dan horizontal)
d. Struktur matriks (disebut juga organisasi tanpa batas/boundaryless
organization).

Fungsi Dasar Bisnis
Menurut Steinhoff dalam buku The World of Business (1979:17) : Fungsi dasar bisnis adalah sebagai berikut :
a. Mencari bahan mentah (Acquiring Raw Materials)
b. Mengubah bahan mentah menjadi produk (manufacturing raw materials into product)
c. Menyalurkan barang ke tangan konsumen (distributing products to consumers)

Perspektif Organisasi Bisnis
Terdapat dua jenis perspektif organisasi bisnis, yaitu :
• Sistem Terbuka (Open System)
Yang tergantung pada lingkungan,
• Sistem Tertutup (Closed System)
Kerangka konfigurasi organisasi yang menjelaskan 5 bentuk dasar
organisasi (manajemen puncak, manajemen menengah, pegawai
pendukung teknis, pegawai pendukung administratif, serta technical core).

Pada dasarnya terdapat 2 dimensi yang harus diperhatikan dalam memahami organisasi dan ingin merancang struktur organisasi, yaitu :
1. Dimensi Struktural (formalization, work specialization, Hierarchy of Authority termasuk span of control/ rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, profesionalisme, rasio personel juga departmentalization/departementalisasi dan chain of command/ rantai komando)
2. Dimensi Kontekstual yang menunjukkan karakteristik organisasi secara keseluruhan (goal dan strategi perusahaan, lingkungan, ukuran, teknologi, dan budaya organisasi).

Ciri-Ciri/Karakteristik Seorang Pe-bisnis (Business Entrepreneurs) :
Menurut Murphy & Peck, ada 8 anak tangga untuk pe-bisnis mencapai puncak karir

o Mau kerja keras (Capacity for Hard Work)
Kerja keras merupakan modal dasar untuk keberhasilan seseorang
o Bekerjasama dengan orang lain(Getting thing done with and through people)
Perbanyak teman dengan orang-orang di bawah ataupun dengan orang-orang di atas kita
o Penampilan yang baik (Good appearance)
Pribadi yang baik dan jujur akan disenangi orang dan akan sukses bekerja sama dengan siapa saja.
o Yakin (Self confidence)
Self confidence diimplementasikan dalam tindakan sehari-hari, melangkah pasti, tekun, sabar, tidak ragu-ragu.

o Membuat keputusan (Making sound decision)
Dalam memilih diperlukan pertimbangan yang matang, kumpulkan berbagai informasi
o Menambah ilmu pengetahuan (College Education)
Mau menambah pengetahuan lewat pendidikan, membaca, penalaran di kantor, kursus, dls
o Ambisi untuk maju (Ambition drive)
Gigih menghadapi pekerjaan dan tantangan untuk mencapai keberhasilan
o Pandai berkomunikasi (Ability to communicate)
Komunikasi yang baik, perilaku jujur, konsisten dalam pembicaraan akan sangat membantu seseorang dalam mengembangkan karir masa depannya

Karakteristik wirausaha yang sukses
1. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya
2. Mau bertanggung jawab
3. Mempertahankan internal locus of control
4. Peluang untuk mencapai obsesi
5. Toleransi menghadapi kebimbangan & ketidak pastian
6. Yakin pada dirinya
7. Kreatif dan fleksibel
8. Ingin memperoleh balikan segera
9. Energik tinggi
10. Motivasi untuk lebih unggul
11. Berorientasi ke masa depan
12. Mau belajar dari kegagalan
13. Kemampuan memimpin.

Cara Memasuki Dunia Usaha
1. Merintis usaha baru (starting),
2. Memasuki Bisnis Keluarga
3. Kerja sama manajemen (franchising),
4. Membeli perusahaan orang lain (buying).

Menurut Peterson dan Plowman ada beberapa faktor yang memotivasi seseorang untuk memulai bisnis, antara lain :
1. Desire to Life (dorongan untuk hidup)
2. Desire for Power (dorongan untuk berkuasa)
3. Desire for Recognition (dorongan untuk penghargaan, prestiges)
4. Desire for Position (dorongan untuk posisi/kedudukan)
5. Desire for Achievement (dorongan untuk berprestasi)
6. Desire for Affiliation (dorongan untuk bersosialisasi/berafiliasi)
7. Desire for Wealthy (dorongan untuk kekayaan)


Cakupan Bisnis (Scope of Business)
Kegiatan bisnis menurut cakupan bisnis/skalanya dapat diklasifikasikan dalam beberapa beberapa tingkatan :
a. Bisnis Skala Besar : Modal > Rp.100 Jt
b. Bisnis Skala Menengah : Modal 25jt-100jt
c. Bisnis Skala Kecil : Modal < 25 Juta

Karakteristik/Ciri-ciri Bisnis :
Bisnis Kecil Bisnis Besar
1. Skala bisnis luas : daerah operasi lokal, nasional, regional, internasional, global
2. Modal kecil, dimiliki keluarga, turun temurun
3. Organisasi sederhana
4. Bergerak disektor informal
5. Manajemen kurang teratur, kurang profesional, tidak terorganisasi dengan baik
6. Resiko usaha kecil
7. Teknologi sederhana (lowtech)
8. Produk yang dihasilkan sedikit, tidak terjamin kualitasnya
9. Tidak mempunyai izin usaha resmi
10. jumlah pegawai sedikit
11. Produk tidak menentu tergantung musim
12. Tidak dikemas dengan baik
13. Getoktular 1. Skala bisnis luas : daerah operasi lokal, nasional, regional, internasional, global
2. Modal besar, saham dimiliki masyarakat luas
3. Organisasi kompleks
4. Bergerak disektor formal
5. Manajemen teratur, profesional
6. Resiko besar
7. Teknologi Canggih (Hightech)
8. Produk yang dihasilkan Rapid/ Mass product dan terjamin kualitasnya
9. Mempunyai izin resmi dan izin pendirian usaha harus sesuai regulasi yang berlaku
10. jumlah pegawai besar
11. Multi produk, spesialisasi, interdependensi, segala musim all season/Trend.
12. Dikemas dengan baik
13. Iklan/Advertizing

Sebab-sebab kegagalan bisnis kecil :
1. Modal kurang mencukupi
2. Lokasi kurang menguntungkan
3. Pembeli tidak banyak
4. Kurang mengawasi persediaan barang
5. Fluktuasi perubahan ekonomi (inflasi/deflasi) sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup usaha kecil
6. Resiko usaha terlalu besar dibandingkan pengeluaran dan pendapatan
7. Tidak ada pembukuan yang baik
8. Pemberian kredit untuk usaha kecil sulit dan harus menggunakan jaminan
9. Tidak menggunakan rencana anggaran/pengeluaran (cash flow) yang terencana dan terkendali

Klasifikasi Bisnis :
1. Usaha pertanian (Agrobisnis)
2. Produksi bahan mentah
3. Pabrik (Fabrikasi/Manufaktur)
4. Bangunan (Kontruksi) dan Perumahan (property)
5. Usaha Perdagangan Besar dan Kecil
6. Transportasi dan Komunikasi
7. Usaha finansial & Asuransi
8. Usaha Jasa

Fungsi Organisasi Bisnis
1. Fungsi Penguasaan : penguasaan faktor-faktor produksi
2. Fungsi Teknis : produksi, pengolahan, perubahan bentuk
3. Fungsi Sosial : personalia, jaminan sosial, tanggung jawab sosial bisnis (CSR)
4. Fungsi Finansial : penarikan, permodalan, perencanaan anggaran & keuangan
5. Fungsi Komersil : pembelian, penjualan, penukaran, distribusi
6. Fungsi Administratif : kontrol, statistik, pembukuan, pajak, akuntansi
7. Fungsi Komtabel : inventarisasi, neraca, statistik
8. Fungsi penjaminan : asuransi, garansi, layanan purna jual, jaminan kualitas

Peranan Pemerintah dalam Dunia bisnis
1. Sebagai pengatur dan pemaksa : menetapkan aturan/regulasi
2. Sebagai saingan/kompetitor : Sebagai pemilik SDA terbesar dan menguasai hajat hidup orang banyak. Memiliki Badan usaha milik pemerintah dalam bentuk BUMN dan BUMD. Menguasai perusahaan air minum, listrik, telekomunikasi, pos, kereta api, perbankan, dll.
3. Sebagai Pemberi Subsidi : memberi bantuan kredit kepada KUKM masyarakat kecil, dan Industri, Exportir dan Importir.
4. Sebagai Konsumen : menentukan anggaran belanja negara untuk kepentingan masyarakat

Keluhan Konsumen
1. Ketidakpuasan produk
2. Barang yang dijual tidak terjamin mutunya, cacat produk
3. Adanya penipuan melalui promosi/iklan
4. Jaminan palsu/garansi tidak ditepati
5. Biaya reparasi mahal
6. Tidak ada Customer Care/service/Handling (pengaduan keluhan)

Aglomerasi : Bertumpuknya perusahaan/usaha bisnis pada satu tempat
Deglomerasi : terpencar-pencarnya letak perusahaan
Konglomerasi : Berpusatnya penguasaan usaha pada seseorang pengusaha yang menguasai keseluruhan pasar di suatu kawasan tertentu.

BAB II

ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS & PEMASARAN PRODUK

Analisis Lingkungan (Environment Analysis)
Suatu proses yg digunakan untuk memantau lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman. Menganalisis antara strategi dan tanggapan terhadap lingkungan, sebagai landasan untuk membandingkan strategi yg sedang berjalan dengan strategi yang akan datang. Menganalisis kecederungan faktor dan masalah utama yg diperkirakan mempunyai dampak penting dalam perusahaan.
Meramalkan kemungkinan yg akan terjadi pada masa datang terhadap lingkungan. Analisis lingkungan bisnis dimaksudkan untuk mencoba mengidentifikasi peluang bisnis yang perlu dengan segera mendapatkan perhatian, diarahkan untuk mengetahui ancaman bisnis yang perlu mendapatkan antisipasi.

Komponen Analisis Lingkungan
1. Scanning : mengidentifikasi petunjuk awal perubahan kecenderungan lingkungan
2. Monitoring : mendeteksi melalui observasi secara terus menerus perubahan dan kecenderungan lingkungan
3. Forecasting : Mengembangkan proyeksi atas hasil yg diantisipasi berdasarkan perubahan dan kecenderungan lingkungan
4. Assesing : Menentukan waktu pentingnya perubahan

Analisis lingkungan bisnis terdiri dari 2 komponen pokok yaitu :
Lingkungan Mikro (Industri)
Pelanggan : Struktur usia, jumlah kelahiran,
Pemasok : Suplier, Vendor, distributor, akomodasi, transportasi
Pesaing : jumlah pesaing, pertumbuhan industri,
Publik (Masyarakat) : isu publik, trend, keadaan masyarakat

Lingkungan Makro (Umum)
 Faktor Ekonomi : Siklus ekonomi (depresi, resesi, recovery, prosperity), inflasi, deflasi, kebijakan moneter, perubahan suku bunga, kebijakan perpajakan, perubahan pola konsumsi, neraca pembayaran
 Faktor Demografi : Perubahan jumlah penduduk, struktur usia, distribusi pendapatan, tingkat pengangguran, ukuran keluarga, siklus hidup, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, kelas sosial, pranata sosial, daya beli
 Faktor Geografi : Letak lokasi, iklim, cuaca, hawa, suhu udara, kelembaban, ketinggian, wilayah, ukuran kota/desa, kepadatan penduduk, letak, lokasi,
 Faktor Teknologi : Perubahan/inovasi teknologi
 Faktor Regulasi Pemerintah : Kebijakan perdagangan, tarif, aturan, norma hukum,
 Faktor Sosial : Nilai, norma, kaidah, adat, tradisi, aturan
 Faktor Politik : Partai, kekuatan politik, iklim politik, perbedaan ideologi
 Faktor Psikografis : Gaya hidup (lifestyle), kepribadian, trend, mode, tradisi, kebiasaan (habits)
 Faktor Perilaku : Kejadian, manfaat, status pemakai, tingkat preferensi, tanggapan sikap terhadap produk, kesetiaan produk

Analisis Peluang Kecenderungan (Trend) dan Isue
Merangkum situasi pemasaran saat ini, mengidentifikasi peluang/ancaman, kekuatan/kelemahan, isu-isue utama yg dihadapi produk.
a. Situasi Pasar : Ukuran pertumbuhan pasar (unit/nilai uang) berdasarkan segmen pasar, data geografis, data preferensi kebutuhan, persepsi pasar, kecenderungan perilaku pelanggan.
b. Situasi Produk : Penjualan, harga, laba bersih, kontribusi produk
c. Situasi Persaingan : Para pesaing diidentifikasi/digambarkan berdasarkan ukuran, sasaran, pangsa pasar, kualitas produk, strategi pemasaran, karakteristik.
d. Situasi Distribusi : Ukuran, kepentingan setiap saluran distribusi/pemasaran
e. Situasi Lingkungan Makro : Kecenderungan lingkungan makro (luas) : demografi, perekonomian, teknologi, politik, hukum, sosial budaya.

Analisis SWOT
Analisis kekuatan, kelemahan perusahaan, serta peluang dan treatmen (solusi/perlakuan yang harus di lakukan untuk menghadapi setiap permasalahan perusahaan.
 Pengembangan Profil Keunggulan Strategi Organisasi Bisnis
(SAP=Strategy Advantage Profile)
 Profil Peluang Ancaman Lingkungan
(ETOP=Environtment Threat and Opportunity Profile)

Analisis Pesaing
Analisis ini diperlukan untuk mengetahui secara detail keunggulan dan kelemahan pesaing. Diharapkan manajemen dapat mengetahui posisi perusahaan secara relatif dengan demikian mampu bersikap proaktif

Rencana Pemasaran (Marketing Plan)
o Ikhtisar Eksekutif : Kajian singkat, rencana yg diusulkan, sasaran, rekomendasi
o Kajian Situasi : latar belakang/situasi pasar, produk, tingkat persaingan, distribusi dan lingkungan makro
o Analisa Peluang dan Masalah : identifikasi peluang/ancaman utama, kekuatan, kelemahan, isue lingkungan, isue produk
o Tujuan : identifikasi sasaran keuangan dan pemasaran rencana dalam bentuk volume penjualan, pangsa pasar, laba
o Strategi Pemasaran : pendekatan pemasaran, sasaran, target, taktik/strategi menembus pasar
o Program Kegiatan : program pemasaran untuk tujuan usaha
o Proyeksi Rugi Laba : meramalkan rencana hasil keuangan yg diharapkan
o Pengendalian : pemantauan pelaksanaan kegiatan pemasaran

5 konsep pemasaran:
o Konsep Produksi (production concept)
o Konsep Produk (product concept)
o Konsep Penjualan (Selling concept)
o Konsep Pasar (Marketing concept)
o Konsep pemasaran berwawasan sosial (society concept) responsibility

Jenis-jenis Komoditi yang dipasarkan
o Barang konsumsi (covenience goods, shopping goods, specialty goods, instence goods, bulk goods)
o Barang hasil bumi
o Barang industri
o Jasa

Strategi pemasaran
adalah memilih dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.

Dalam menyusun strategi pemasaran ada 2 variable utama yang perlu dipertimbangkan:
1. Variabel yang dapat dikontrol
(market segmentation, market budget, timing, marketing mix)
2. Variabel yang tidak dapat dikontrol oleh pengusaha

Lima Kekuatan Persaingan Industri (The Five Forces Model Of Industry Competition) menurut Michael E.Porter, antara lain :
a. Skala Ekonomi (economic of scale) :
Turunnya biaya satuan produksi dlm volume yg besar
b. Diferensiasi Produk (product differentiation) :
Citra fisik & karakteristik persepsi suatu produk di mata konsumen.
c. Fokus Pasar (market focus) :
Berkonsentrasi memfokuskan diri pada satu atau lebih segmen pasar, Masuknya beberapa pemain baru ke dalam pasar
d. Biaya Peralihan (switching cost) :
Kebutuhan modal (capital requirement), Investasi sumber daya keuangan yg besar dlm industri sebagai modal bersaing. Biaya yg hrs dikeluarkan bila berpindah produk serta biaya skala lepas yaitu faktor keunggulan yg tidak dimiliki perusahaan lain (biaya hak paten)
e. Kekuatan tawar menawar (demand&supply) :
tawar menawar antara pembeli dan pemasok, tingkat rivalitas diantara pesaing, tekanan produk pengganti

Tahapan Pemasaran
Pembagian Pasar (Segmentation)
Membagi pasar, pemilihan pasar/fokus, mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli
Penentuan Sasaran (Targeting)
Penentuan posisi nilai, pengembangan produk, pengembangan jasa, penetapan harga, penyediaan pasokan, pelayanan distribusi, tenaga penjual, promosi penjualan, promosi penjualan/periklanan, kemasan, riset pemasaran, layanan purna jual.
Penentuan Posisi (Positioning)
Analisa peluang pasar, penyusunan strategi pemasaran, perencanaan program pemasaran, pengelolaan usaha pemasaran. Menentukan posisi menurut atribut, manfaat, pemanfaatan/penggunaan, pemakai, kategori produk, pesaing, kualitas, dan harga.

Fokus Pemasaran
1. Zero Customer Feedback Time :
Tanggapan pelanggan secara berkelanjutan utk meningkatkan kualitas produk dan pemasaran
2. Zero Product-Improvement Time :
Evaluasi semua gagasan perbaikan dari pelanggan secepat mungkin untuk penyempurnaan produk
3. Zero Purchashing Time :
Menyediakan suku cadang just in time
4. Zero Setup Time :
Membuat produk secara cepat setelah pemesanan
5. Zero Defect :
Produk harus berkualitas tinggi dan bebas cacat


Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Seperangkat alat pemasaran yg digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan Pemasarannya.
1. Produk (Product) : keanekaragaman produk, kualitas, desain, bentuk, merek, kemasan, ukuran, pelayanan, jaminan, pengembalian, kebutuhan keinginan pembeli
2. Harga (Price) : daftar harga, rabat, potongan, syarat kredit, jangka waktu pembayaran, biaya produksi
3. Promosi (Promotion) : promosi penjualan, iklan, usaha penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, kemudahan memperoleh
4. Tempat (Place) : saluran, ruang lingkup, lokasi, penyortiran, persediaan, pengangkutan, komunikasi
5. Manusia (People) : manusia yang melaksanakan
6. Barang Fisik (Physical Evidence) : hasil produk/keluaran
7. Proses (Process) : proses produksi

Siklus kehidupan produk (Product Life Cycle ) :
o Tahap Introduksi (Introduction) : pengenalan produk, penetrasi pasar
o Tahap Pengembangan (Growth) : produk sudah diterima di pasar, pengembangan kualitas dan kuantitas produk
o Tahap Kematangan (Maturity) : citra produk sudah sangat dikenal, brand image, menjadi trend setter
o Tahap Menurun (Decline) : kebosanan/kejenuhan produk, munculnya produk sejenis dengan fitur yang lebih lengkap, menurunnya volume pemasaran, berkurangnya pelanggan/customer
o Tahap Ditinggalkan (Abandonment) : produk benar-benar ditinggalkan sepenuhnya, tahapan kematian produk. Dianggap Sudah usang/tidak mampu merespon kebutuhan/selera pasar.

Pola Segmentasi Pasar
o Preferensi Homogen : semua konsumen memiliki preferensi yg sama
o Preferensi Tersebar : preferensi konsumen sangat beragam, perbedaan sangat nyata
o Preferensi Terkelompok : preferensi konsumen diposisikan dalam kelompok-kelompok
o Preferensi Multi Atribut (Geomulticlustering) : gambaran yg lebih kaya mengenai konsumen dan lingkungan berdasarkan peringkat potensial yg didasarkan kepada pendidikan, kekayaan, urbanisasi, ras/etnis, mobilitas penduduk suatu daerah. Contoh : Orang Cina memiliki kecenderungan cara hidup yang sama, gaya hidup yang sama, kebiasaan makan yang sama meskipun hidup di benua yang berbeda.


Diferensiasi Produk
Keistimewaan (Features) : Karakteristik yg melengkapi fungsi dasar produk
Kualitas Kinerja (Performance Quality) : Mengacu pada tingkat di mana karakteristik dasar produk itu beroprasi
Kualitas Kesesuaian (Conformance Quality) : tingkat di mana semua unit yg diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yg dijanjikan
Daya Tahan (Durability) : Suatu ukuran usia operasi produk yg diharapkan dalam kondisi normal/berat
Keandalan (Reability) : Ukuran kemungkinan suatu produk tidak akan rusak atau gagal dalam periode waktu tertentu
Mudah Diperbaiki (Repairability) : Suatu ukuran kemudahan memperbaiki suatu produk yg rusak/gagal
Gaya (Style) : Menggambarkan penampilan dan perasaan produk bagi pembeli
Rancangan (Design) : Totalitas keistimewaan yang mempengaruhi cara penampilan dan fungsi suatu produk.

Beberapa parameter keunggulan persaingan (Competitive Advantage)
 Kemudahan Pemesanan (Ordering Ease)
 Pengiriman (Dilivery)
 Pemasangan (Installation)
 Pelatihan Pelanggan (Customer Training)
 Konsultasi Pelanggan (Customer Consultating)
 Pemeliharaan dan Perbaikan (Maintanance & Repair)
 Kelengkapan Fungsi Dasar (Product Features)
 Kesan yang layak (Desirable Image)
 Inovasi Teknologi (Technological Inovation)
 Reputasi Perusahaan (Firm Reputation)
 Konsistensi Berproduksi (Product Concistency)
 Simbol Status (Status Symbol)
 Merk Terkenal (Famous Brand Image)
 Pelayanan Purna Jual (After Sales Service)

Manajemen Pengembangan Organisasi Bisnis Berbasis Lingkungan














Pendekatan pokok yang dapat digunakan untuk melakukan analisis lingkungan makro antara lain :
o Irregular Approach (pendekatan tidak reguler)
Adalah pendekatan dadakan. Analisis lingkungan makro hanya dibuat ketika ada peristiwa tertentu yang diperkirakan mempengaruhi prospek perusahaan.
o Regular Approach (pendekatan reguler)
Berusaha secara periodik mempengaruhi dan melengkapi sejumlah variabel lingkungan makro. Secara selektif dipilih beberapa variabel yang dianggapa relevan dan signifikan.
o Continuous Approach (pendekatan kontinyu / terus menerus)
Berusaha secara ajeg menganalisis sejumlah banyak variabel dari lingkungan makro yang digunakan sebagai masukan penyusunan perencanaan korporat.


























Analisis lingkungan industri dan pesaing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari analisis lingkungan bisnis.
o Strategi Oposisi (menunggu dan kemudian memberikan tanggapan) : Efektifitas strategi ini amat terbatas, karena lingkungan makro berada di luar kendali manajemen.
o Strategi Adaptasi (Penyesuaian): Strategi ini amat sering digunakan dan memiliki tingkat efektifitas yang cukup tinggi.
o Strategi Opensif (Resiko Tinggi): Strategi ini mencoba memanfaatkan perubahan lingkungan bisnis untuk meningkatkan keunggulan konpetitif.
o Strategi Menarik Diri Dari Pasar (Divestasi): Manajemen dapat memutuskan untuk menarik diri dari pasar dan kemudian memindahkan sumber daya dan dana yang ada pada bidang yang lain yang tidak sedang berada dalam tekanan.
o Strategi Kontinjensi (Mencari Alternatif Baru): Strategi ini dapat berupa usaha mencoba mengurangi efek negatif dari perubahan lingkungan bisnis.
o Strategi Pasif: Strategi ini berusaha untuk sama sekali tidak memberikan tanggapan terhadap perubahan lingkungan bisnis.
o Metode Jalan Pintas (Short Cut Methods) : metode ini terdiri dari banyak jenis salah satu diantaranya yang dikenal amat luas adalah metode matriks misalnya : matriks pertumbuhan pangsa pasar, matriks daya tarik industri kekuatan perusahaan, matriks daur kehidupan industri.

Grosir (Pengumpul)
1. Grosir yang berfungsi terbatas, terdiri atas: Pengiriman barang(drop shippers), Perdagangan dengan truk(wagon or truck jobber), Grosir tunai dengan self service (cash carry wholesalers), Pengecer yang bersama-sama memiliki grosir (retailes owned cooperative wholesalers) dan Kelompok sukarela bergabung dengan grosir (voluntary group wholesalers)
2. Pengumpul hasil pertanian, macamnya: Pembeli lokal khusus(private resident buyers), Pembeli yang berkeliling mendatangi perusahaan pertanian satu per satu, Saudagar dengan truk (merchant trucker) dan Pembeli berdasarkan perintah (order buyers).
3. Menurut jenis barang yang diperdagangkan, terdiri atas: Grosir barang umum (general line) dan Grosir barang khusus (specialty wholesalers)
4. Menurut lapangannya, Grosir melayani pabrik (mill supply wholesalers atau industrial distributors) dan Penjual barang khusus ke pabrik (single line wholesalers)
5. Menurut daerah operasi atau daerah yang dilayaninya, Grosir tingkat nasional (national wholesalers), Grosir tingkat propinsi (regional wholesalers) dan Grosir lokal (local wholesalers).

Perdagangan eceran
o Perdagangan eceran bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir
o Perdagangan eceran adalah mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai kepada konsumen.

Klasifikasi perdagangan eceran:
1. Perdagangan eceran besar
2. Perdagangan eceran kecil dari:
- Eceran kecil berpangkalan
- Eceran kecil tidak berpang-kalan

Pelaku bisnis ritel dikelompokkan menjadi 4:
1. Kelompok grosir & hypermarket
2. Kelompok supermarket/departemen store
3. Kelompok minimarket modern
4. Peritel kecil tradisional

Kotler membagi tipe-tipe pedagang eceran menjadi 3 bagian besar yaitu:
1. Store Retailer:
- speciality store
- departement store
- supermarket
- convenience store
- superstore, combination store and hypermarket
- discount store
- off price retailer
- catalog showroom.
2. Non Store Retailer:
- direct selling
- direct marketing
- automatic vending machine
- buying service
3. Retailer Organization
- corporate chain
- valuntary chain and retail cooperative
- customer cooperative
- franchise organization
- merchandising conglometare.

Keuntungan perdagangan eceran kecil:
o Modal yang diperlukan kecil dan rentabilitasnya besar
o Pedangan-pedagang eceran kecil menganggap bahwa pendapatannya dari usaha merupakan pendapatan tambahan atau kadang-kadang hanya iseng atau mengisi waktu lowong terutama pada daerah musiman
o Tempat kedudukan pedagang-2 eceran kecil biasanya paling strategis
o Hubungan antara pedagang eceran kecil dan konsumen adalah kuat.
Kelemahan Pedagang Eceran Kecil :
o Keahlian kurang
o Adiministrasi dalam arti pembukuan tidak diperhatikan, sehingga kadang-kadang habis dimakan
o Pedagang kecil tidak mampu mengadakan sales promotion.

Faktor-2 yang mendorong majunya toko eceran:
o Lokasi/tempat toko eceran
o Kelengkapan barang
o Ketepatan harga
o Suasana toko (store atmosphere)
o Kemasan (Packaging)
o Selisih Harga & Discount

 Pedagang kaki lima
Ciri-ciri pedagang kaki lima:
o Kegiatan usaha tidak terorganisir secara baik
o Tidak memiliki surat ijin usaha, Tidak teratur dalam kegiatan usaha
o Bergerombol di trotoir
o Menjajakan barang dagangannya sambil berteriak, kadang-2 berlari mendekati konsumen.
Franchising (Waralaba)
o Menurut Hisrich-Peters: Franchising didefinisikan sbg pelimpahan dari pabrikan atau distributor suatu produk atau jasa yg diberikan kepada agen-2 lokal atau pengecer dgn membayar royalti
o Menurut Robert T. Justis: Frachising merupakan sebuah peluang bisnis dimana pemilik, produsen atau distributor sbg franchisor dari barang & jasa atau merek tertentu memberi hak kpd individu atau franchising utk menjadi agen lokal dari barang & jasa & sebagai imbalannya menerima pembayaran atau royalti yg telah ditetapkan.

o Orang yang memberikan franchising disebut franchisor, sedangkan orang yang menerima franchising disebut franchisee.
o Untuk pelaksanaan franchising dibuat semacam kontrak antara frachisor & franchisee. Kontrak franchising ini disebut license agreement atau franchise contract

Apa saja yang dapat dijadikan franchising?
1. Barang atau jasa yang telah mempunyai pasaran luas dan citra unggul
2. Formula paten atau desain tertentu
3. Nama dagang atau merek dagang
4. Konsultan manajemen keuangan atau pengawasan
5. Promosi advertising dan pembelian
6. Kantor pusat pelayanan.

Keuntungan Frachising
1. Produk yang ditawarkan telah memasuki pasaran yang luas dan diterima oleh umum
2. Franchising tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk memperkenalkan kredibilitas perusahaan induknya
3. Keahlian manajemen karena pengalaman sudah lama dari franchisor dia dapat memberikan bantuan manajemen kepada franchisee
4. Kelengkapan modal
5. Pengetahuan tentang pasar
6. Pengawasan.

Pada umumnya waralaba dibedakan menurut 3 karakteristik:
1. Pemberi waralaba memiliki merek dagang atau jasa dan memberi lisensi kepada pewaralaba dengan imbalan royalti
2. Pewaralaba diharuskan membayar kewajiban untuk menjadi bagian sistem tersebut
3. Pemberi waralaba (franchisor) menyediakan suatu sistem pemasaran & sistem operasi untuk menjalankan kegiatan bisnis.

Market inteligent
 Market inteligent termasuk dalam rangka pengumpulan informasi pemasaran (internal & eksternal)
 Sistem intelijen pasar adalah seperangkat prosedur dan sumber yang digunakan oleh manajer untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan lingkungan pemasaran.
Tahapan Market Intelejen :
1. Melatih dan mendorong staf penjualan untuk menemukan dan melaporkan perkembangan baru di pasar
2. Perusahaan mengirim spesialis untuk mengumpulkan intelijen pemasaran ke toko lain sebagai mystery shoppers yang berperan seperti pembeli
3. Perusahaan membeli informasi dari pihak luar ataupun agen-agen penjualan berbagai komoditi
4. Beberapa perusahaan membentuk suatu pusat pemasaran dan mengumpulkan informasi dengan cara menyebarkan intelijen pemasaran.

Turbo Marketing
 “Pertempuran” marketing dari tahun ke tahun selalu berubah
 Kecepatan layanan merupakan tuntutan konsumen pada masa kini.
 Produsen memulai dengan strategi memproduksi, melayani dan mengirimkan barang lebih cepat dari saingan

Mega Marketing
Mega marketing adalah koordinasi yang strategi dari keahlian ekonomi, psikologi, politik dan keahlian public relation untuk mendapatkan kerja sama dari berbagai pihak untuk memasuki suatu pasar tertentu.

Menyusun Marketing Plan
Marketing plan memuat hal-hal:
1. Analisa situasi (SWOT)
2. Tujuan pemasaran (marketing objectives)
3. Strategi inti (Core strategy)
4. Jadual pelaksanaan (Action plan)
5. Anggaran pemasaran (marketing budget)
6. Kontrol (Control)

Business Plan (Rencana Usaha)
Adalah dokumen tertulis (formal &written plan) tentang rencana usaha dan berbagai aspeknya yang relevan khususnya berkaitan dengan usaha untuk memperoleh dana yang diperlukan untuk membiayainya.
Business Plan disusun untuk :
o Rencana Usaha Baru
o Rencana Perluasan Usaha
o Rencana Placement of Funds
o Mendapatkan dana utk membiayai pelaksanaan suatu rencana usaha.
o Menarik minat investor untuk menanamkan modalnya

Rencana usaha & berbagai aspeknya yg relevan
1. Idea Produk / Jasa
2. Aspek Market dari Rencana Produk / Jasa tsb.
3. Aspek Teknis dan Proses Pembuatan Produk/Jasa
4. Aspek Pendanaan & Keuangan
5. Aspek Risiko Usaha
6. Lain - lain yang relevan

Manfaat Business Plan
1. Pedoman dan alat mengkomunikasikan gagasan
2. Dasar bagi investor untuk menilai & memutuskan
3. Memperkecil risiko kegagalan
4. Lebih baik mengetahui ketidaklayakan usaha terlebih dulu diatas kertas daripada di lapangan

Struktur Isi Business Plan
1. Daftar isi (Table of contents)
2. Ringkasan (Executive Summary)
3. Deskripsi Perusahaan (The Company)
4. Produk/Jasa (Product & Services)
5. Pemasaran (Marketing Plan)
6. Manajemen & Organisasi
7. Struktur Modal (Capitalization & Structure)
8. Keuangan dan Rencana Pendanaan (Budgeting Plan)
9. Lampiran – Lampiran


Lampiran – Lampiran Business Plan :
1. Proyeksi Penjualan
2. Proyeksi Neraca dan Laba Rugi
3. Proyeksi Cash Flow
4. Profit Analysis
5. Contoh Produk ( sampel )
6. Curriculum Vitae
7. Process Flow Sheet

Beberapa Syarat Menulis Bisnis Plan Yang Baik
1. Tidak tebal (~ 30halaman, tanpa lampiran)
2. Sudah dapat dipahami dgn membacanya 5 menit saja
3. Jelas apa produknya,siapa yg menawarkan, apa yang ditawarkan, dst.
4. Ringkas - jelas - lengkap dan ditulis dengan cara/bahasa yang mudah dipahami
5. Akurat – optimis – menarik.
6. Risiko-risiko harus tetap ditulis dengan cara yang tepat
7. Format yang menarik dan cukup representatif









BAB III
BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS

Bentuk usaha atau bentuk kepemilikan bisnis bisa berbdan hukum atau tidak berbadan hukum.

Berbadan Hukum : badan usaha yang memiliki kekayaan sendiri terpisah dari harta kekayaan pendirinya atau pengurusnya.

Bentuk kepemilikan bisnis yang berbadan hukum :
1. Perseroan Terbatas (PT)
2. Koperasi
3. Yayasan
Bentuk kepemilikan bisnis yang tidak berbadan hukum :
1. Badan usaha perseorangan (Proprietorship)
2. Perusahaan Kemitraan/ Partnership :
o Persekutuan Firma (Firma)
o Persekutuan Komanditer (CV)

Bentuk-bentuk badan usaha dapat dibedakan menjadi berikut ini.
a. Perusahaan perseorangan. Perusahaan yang dimiliki satu individu. Akan tetapi, dalam praktiknya badan usaha ini kerap kali merupakan perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk menjalankannya. Organisasi sederhana, pengendalian seutuhnya, pajak rendah, teknologi rendah (low tech), resiko usaha kecil, bersifat turun temurun.

b. Perusahaan Perkongsian/Persekutuan/Perseroan (Maatschap). Perusahaan yang merupakan penggabungan dari beberapa orang. Ukurannya kecil dan relatif dapat dijalankan oleh para pemiliknya. Salah satu dorongan penting untuk mengembangkan perkongsian adalah untuk menggabungkan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pendirinya dan atau untuk melakukan usaha di bidang yang diminati bersama. Peraturan yang mengatur : Kitab UU Hukum Perdata (Pasal 618-1652).

c. Perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Perusahaan yang digolongkan kepada Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu institusi badan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akte notaris, di mana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan, dan nama-nama pimpinan yang akan menjalankan usaha. Pemegang saham pada Perseroan Terbatas dianggap sebagai pemilik perusahaan, tetapi tidak ikut campur dalam menjalankan kegiatan usaha.

d. Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beberapa bentuk Badan Usaha Milik Negara, antara lain : Perusahaan Jawatan atau Perjan; Perusahaan Umum atau Perum; Perusahaan Perseroan Terbatas Milik Negara. Usahanya bersifat membantu pemerintah, dalam membangun public utilities, Menghasilkan barang karena pertimbangan dan keamanan dan kerahasiaan harus dikuasai Negara, Melaksanakan kebijakan strategis pemerintah, Tujuan melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, Usaha bersifat komersil dan fungsinya dapat dilakukan swasta.

e. Koperasi. Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukan sekadar untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Pemilik adalah anggota sekaligus pelanggan, Kekuasaan tertinggi ada pada RAT, satu anggota adalah satu suara, organisasi diurus secara demokratis, kumpulan individu, manajemen bersifat terbuka. Peraturan yang mengatur Perundang-undangan Perkoperasian : UU No.25 Tahun 1992.
Tujuan Koperasi :
Memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat, membangun tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan pancasila dan UUD45.
Fungsi Peran Koperasi :
Membangun dan mengembangkan potensi, kemampuan perekonomian anggota dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. Koperasil sebagai soko guru. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
Prinsip Koperasi :
Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, pengelolaan dilakukan secara dmokratis, pembagian SHU secara adil dan sebanding dengan besar jasa serta Simpanan Sukarela, kemandirian.
Perangkat Koperasi :
Rapat anggota, pengurus, dan pengawas
Modal Koperasi :
Modal sendiri (simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, hibah)
Modal Pinjaman (pinjaman anggota, koperasi lain, bank & lembaga keuangan)
Pembubaran Koperasi :
Keputusan Rapat Anggota, keputusan pemerintah

f. Badan Usaha Nirlaba (Non Profit Organization/Non Government Organization/Nirlaba). Badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan. Umumnya usaha seperti ini bergerak di bidang pendidikan dan rumah sakit. Contoh : PT.PLN, PT.Pos Indonesia, PT.Telkom, PT.Pelni

g. Firma. Bentuk kemitraan usaha yang umumnya digunakan dalam bidang komersial seperti usaha perdagangan dan pelayanan. Penggunaan nama dagang bersama untuk tujuan komersil/bisnis. Pembentukannya harus dengan akta otentik dihadapan pejabat umum (akta notaris), harus didaftarkan dalam Berita Negara RI. Peraturan tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Bagian ke 2 & 3. Contoh : Fa.Aryaputra & Co.

h. Kemitraan Terbatas (Commanditaire Vennootschap) (CV). Persekutuan yang didirikan oleh seorang atau lebih yang terdiri dari seorang pemberi modal yang bertanggungjawab terbatas sebesar modal yang disetornya, serta pengurus yang bertanggung jawab penuh atas penyertaan modal tersebut. Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 19-30. Contoh : CV. Subur Makmur
i. Kemitraan (Partnership). Kerjasama usaha antara usaha kecil dengan menengah/besar. Disertai pembinaan dan pengembangan. Dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling menguntungkan dan saling memperkuat. Aturan berdasarkan UU No.9 Tahun 1995 atau Peraturan Pemerintah No.44 tahun 1997. Contoh : Unilever Co.Partnership, KUKM Mandiri, dll.

j. Yayasan (Fondation). Suatu badan hukum yang melakukan kegiatan untuk kepentingan sosial/kepentingan umum, bersifat sosial dan mempunyai tujuan iddiil serta tidak mencari laba dan keuntungan. Memperoleh kebebasan pajak. Didirikan berdasarkan atas akta notaris. Aturan yang mengatur Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHP) tahun 1956 Pasal 285-305. Contoh : Yayasan Sasmita Jaya.

k. Perusahaan Jawatan (Perjan) / Departemen Agency. Perusahaan negara yang didirikan dan diatur untuk pengabdian/pelayanan kepada masyarakat (public service). Aturan berdasarkan IBW Stb.1927:419 UU No.9 tahun 1969 Contoh: Perjan Kereta Api

l. Perusahaan Umum (Perum) / Public Corporation. Perusahaan yang seluruhnya dimiliki oleh negara dari kekayaan negara dan tidak dibagi atas saham-saham. Menyelenggarakan usaha untuk kemanfaatan umum (public utility) baik pelayanan maupun penyediaan barang dan jasa. Melakukan penyertaan modal/kerjasama (joint venture) dengan badan usaha lain, membentuk anak perusahaan. Aturan berdasarkan PP No.13 Tahun 1998 dan UU No.9 Tahun 1969. Contoh : Perum Air Minum

Pertimbangan dalam memilih Bentuk Usaha :
o Kepemilikan
o Organisasi
o Modal
o Pajak




Strategi Memasuki Pasar (Entry Strategy)
Strategi/cara/teknik/pendekatan perdagangan untuk dapat memasuki pasar baik pasar lokal, pasar internasional maupun pasar global.

Jenis Perusahaan Internasional
o Multinational Company :
Perusahaan multinasional atau Multi National Corporation (MNC) adalah perusahaan besar yang mengembangkan anak perusahaannya di berbagai negara lain yang merupakan gabungan beberapa perusahaan raksasa di beberapa negara.
o International Company
adalah perusahaan besar yang mengembangkan anak perusahaannya di berbagai negara lain.


Metode Kepemilikan Bisnis
o Joint Venture merupakan dua atau beberapa perusahaan, yang sepakat untuk mendirikan suatu perusahaan baru dengan kepemilikan bersama sebagai perusahaan patungan. gabungan 2 perusahaan/lebih cikal/bakal multi national corporation
o Akuisisi/pengambilalihan adalah suatu tindakan perusahaan yang membeli perusahaan lain dengan cara membeli saham perusahaan itu. Dengan memiliki sebagian besar saham dalam perusahaan lain tersebut maka kita dapat menguasai perusahan tersebut. pengambil alihan pengendalian 100% kepemilikan. Berpedoman (UU No.1 Tahun 1995 Pasal 30) atau Kepmenkeu RI No 222/KMK 017/1993.
o Employee Stock Ownership Plan. Kesepakatan di mana perusaaan menyediakan bagian dari sahamnya untuk didistribusikan kepada karyawannya.
o Privatisasi merupakan langkah sebaliknya dari nasionalisasi. Di mana pemerintah menjual perusahaan-perusahaan milik negara kepada pihak swasta. Kebalikan dari privatisasi, nasionalisasi, yaitu tindakan pemerintah suatu Negara untuk mengambil alih beberapa perusahaan milik swasta.
o Exporting & Importing : strategi ekpor dan impor
o Lisensi : membeli hak paten, merk dagang, hak cipta, pengetahuan produk, penggunaan suatu brand/merek produk yang telah terkenal dengan cara membeli hak penggunaan merek dari organisasi atau individu yang memilikinya.
o Investasi Langsung merupakan tindakan membeli atau mendirikan aset yang berwujud (tangible assets) di negara lain.
o Usaha Patungan (Joint Venture) : patungan antar perusahaan internasional
o Waralaba (Franchishing) : yaitu tindakan memberikan hak kepada seseorang atau suatu perusahaan untuk beroperasi dan melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oleh perusahaan yang mengeluarkan franchise ini.
o Greenfield Venture : mendirikan cabang baru yg dimiliki sendiri
o Aliansi Strategis : kerjasama intra perusahaan (unit/group anak perusahaan dalam satu atap atau kerjasama sektor industri sejenis
o Koalisi : pejanjian jangka panjang yg menyatukan beberapa perusahaan intra atau antar negara
o Sinergi : usaha yg berkaitan dilakukan bersama-sama (sinergi penjualan, sinergi investasi, sinergi manajemen)
o Ekspansi : perluasan jaringan usaha
o Integrasi : penciutan usaha
o Penetrasi : Penekanan/pemaksaan masuk produk
o Merger : penggabungan, Kerjasama (Kombinasi/Konsolidasi/Elaborasi) 2 Perusahaan/Lebih. Aturan Merger berpedoman kepada (PP.No. 27 Tahun 1998)
o Peleburan : meleburkan diri dengan cara membentuk satu perseroan baru. Berpedoman (PP No.1 tahun 1995 Pasal 11 )
o Konsolidasi : menyatukan dua atau lebih perseroan dalam perseroan baru, yang mempunyai modal gabungan.
o Restrukturisasi : perubahan komposisi perusahaan/struktur keuangan
o Down Sizing : mengurangi jumlah karyawan/unit operasi
o Down Scoping : pelepasan, penghapusan, penciutan unit bisnis
o Leveraged Buyouts : membeli seluruh aset bisnis
o Holding Company : perusahaan induk mempunyai saham-saham perusahaan lain yg secara yuridis tetap berdiri utk mengendalikan anak perusahaan
o Concern : penggabungan beberapa perusahaan menjadi satu kesatuan
o Trust : penggabungan perusahaan yg tadinya berdiri sendiri menjadi satu fusi, dipandang dari sudut ekonomi & hukum secara datar, tegak & sejajar
o Product Sharing : suatu bentuk kerjasama gabungan badan usaha yg mengatur pembagian hasil
o Kontrak Karya : gabungan 2 pihak dlm menjalankan 1 usaha/perusahaan dg perjanjian tertentu (daerah operasi, jk. wkt, imbalan)
o Corner & Ring : seorang/beberapa orang membeli/menahan sebagian besar persediaan barang sehingga harga naik & laba besar (spekulan)
o Kartel/Sindikat/Mafia : kerjasama antar perusahaan sejenis yang masing-masing tetap berdiri sendiri untuk waktu tertentu dengan tujuan untuk menguasai pasar macam : kartel rayon (wilayah), kartel harga, kartel syarat, kartel produksi, sindikat penjualan, sindikat pembelian
o Traffic/ Tarif Pool : tempat penentuan tarif dan pengumpulan pendapatan
o Joint Stock Companies : asosiasi bersifat sukarela dengan tujuan mengumpulkan modal berupa saham-saham.
o Solepropiertorship : bentuk bisnis perseorangan dalam bentuk sewa menyewa, niaga, retail, dll tanpa berbadan hukum resmi.

Syarat-syarat PT Go Public
Mendaftarkan Pada Bursa Efek (listing)
Saham perdana IPO (Initial public offering)
Melakukan good Corporate governance
Mempublikasikan laporan keuangan secara berkala




BAB IV
ANALISIS & STUDI KELAYAKAN BISNIS

4.1. Persiapan Bisnis baru
Sebelum suatu usaha baru dimulai harus disiapkan suatu rencana usaha yang baik dan diadakan suatu evaluasi. Rencana usaha berisi komponen-komponen sbb:
- Ringkasan pelaksanaan usaha
- Deskripsi usaha
- Produk & pelayanan-2 yang akan disajikan
- Analisis industri
- Analisis pasar
- Strategi pemasaran
- Pengelolaan
- Operasi usaha
- Proyeksi keuangan (CashFlow) : kas, pendapatan dan saldo

Hal-hal yang perlu dievaluasi
o Evaluasi ringkasan pelaksanaan
o Evaluasi Tujuan, Visi, misi bisnis
o Evaluasi lingkungan bisnis
o Evaluasi produk dan jasa
o Evaluasi pesaing
o Evaluasi harga
o Evaluasi keunggulan pesaing
o Evaluasi pasar dan pemasaran
o Evaluasi manajemen dan personel
o Evaluasi mesin dan peralatan
o Evaluasi biaya awal
o Evaluasi pendanaan
o Evaluasi Break-Event Point
o Evaluasi Resiko yang tidak terkontrol
o Evaluasi kesimpulan anda

Analisis Keuangan (Cash Flow)
• Semua uang tunai yang diterima - penerimaan
• Semua uang tunai yang dikeluarkan - pembayaran
• termasuk biaya modal (peralatan)
• termasuk pajak-pajak yg harus dibayar
• termasuk pengeluaran akhir (saat proyek berhenti)




Rencana Anggaran (Budgeting Plan)
Adapun langkah-langkah membuat rencana anggaran (budgeting plan) adalah sebagai berikut :
• Pendapatan/Penjualan
• Volume/Rencana Produksi
• Biaya Produksi
• Biaya Operasional Lainnya
• Biaya Modal
• Proyeksi Rugi/Laba

Metode Penilaian Investasi
1. Payback Period (PP)
2. Net Present Value (NPV)
3. Internal Rate of Return (IRR)
4. Profitability Index (PI)
5. Accounting Rata of Return (ARR)


BAB V
SUMBER DAYA MANUSIA BISNIS

Motivasi merupakan kekuatan psikologis yang menentukan arah, intensitas atau tingkat usaha dan tingkat ketekunan seorang individu (pegawai) dalam mencapai tujuannya sehingga melahirkan perilaku tertentu.

Terdapat beberapa teori, antara lain teori motivasi :
1. Teori Motivasi klasik (Frederick Taylor)
yang menitikberatkan pada anggapan bahwa hanya uang yang bisa memotivasi karyawan;
2. Teori Perilaku (Hawthorne),
yang menyatakan bahwa kecenderungan meningkatnya produktivitas adalah ketika karyawan merasa yakin bahwa mereka akan menerima perhatian khusus dari manajemen (atasan).
• Teori hierarki kebutuhan (Maslow).
Teori ini menggambarkan adanya 5 tingkatan kebutuhan manusia yang mendorong seseorang untuk bertindak tertentu. Teori ini juga menyatakan bahwa kebutuhan dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum seseorang berusaha untuk mencapai kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi. Adapun jenis-jenis kebutuhan tersebut menurut Maslow terdiri dari :
a. Physiological Needs : Kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan, biologis)
b. Safety Needs : Rasa aman & perlindungan
c. Belongingness Needs : Rasa dimiliki, diakui, dihargai, afiliasi/sosialisasi
d. Esteem Needs : Penghargaan, pengakuan prestasi
e. Self Actualization Needs. : Perwujudan diri











Teori X dan Y (Douglas McGregor).
McGregor menyatakan bahwa terdapat dua kepercayaan/keyakinan (cara pandang) manajer yang sangat berbeda (bertolak belakang) tentang bagaimana cara menggunakan sumber daya manusia untuk perusahaan.
Teori X
Beranggapan bahwa pada dasarnya manusia adalah tidak bertanggung jawab dan tidak dapat bekerja sama,

Teori Y
Beranggapan bahwa pada dasarnya manusia bertanggung jawab, berorientasi pada pertumbuhan, dapat memotivasi diri (self-motivated), dan terdorong untuk produktif.


• Teori Two-Factor Hygiene(Frederick Herzberg)
Teori ini mengemukakan bahwa kepuasan kerja tergantung pada 2 faktor, yaitu :
1. Faktor motivasi (penghargaan kerja) yang bersifat intrinsik
2. Faktor hygiene (kondisi kerja)yang bersifat ekstrinsik.
o Bila orang merasa tidak puas dgn pekerjaan-nya, maka mereka akan memperhatikan lingkungan sekitar tempat bekerjanya à faktor hygiene
o Bila orang merasa senang dengan pekerjaannya, maka ia akan memperhatikan pekerjaannya à motivator.

Teori Pola A & Pola B (Chris Argyris)
o Teori pola A
Beranggapan bahwa setiap orang atau individu tidak punya perasaan, tidak terbuka, suka menolak eksperimen dan tidak mau menolong orang lain
o Teori pola B
Beranggapan bahwa setiap orang memiliki perasaan, ada tenggang rasa, bersifat terbuka, mau melakukan eksperimen dan mau menolong orang lain.


• Clayton Alderfer (ERG Theory)
Memodifikasi teori Maslow untuk memudahkan penelitian empiris. Revisi teori hierarki kebutuhan yang dilakukannya disebut sebagai ERG Theory, yang menggambar tiga jenis kebutuhan manusia yang menjadi sumber motivasi, yaitu :
1. Existence Needs,
2. Relatedness Needs,
3. Growth Needs.
Teori ERG menunjukkan bahwa seseorang dapat memiliki lebih dari satu level kebutuhan secara bersamaan dan apabila kebutuhan yang levelnya lebih tinggi sulit dipenuhi, keinginan untuk memenuhi kebutuhan yang levelnya lebih rendah akan meningkat.

• McClelland's Achievement Motivation Theory
Teori motivasi prestasi oleh David McClelland, yang menyatakan bahwa karyawan memiliki cadangan energi potensial, bagaimana energi itu dilepaskan dan digunakan tergantung pada kekuatan dorongan motivasi dan situasi dan peluang yang tersedia.
Energi ini akan dimanfaatkan oleh karyawan karena didorong oleh :
(a) kekuatan motif dan kekuatan dasar yang terlibat;
(b) harapan keberhasilannya;
(c) nilai intensif yang melekat pada tujuan.

• Equity theory,
Menyatakan bahwa seseorang akan mengevaluasi yang mereka lakukan dan peroleh pada perusahaan tempat bekerja dengan membandingkan perlakuan di tempat lain.

• Goal setting theory
Menggunakan pendekatan kognitif yang menyatakan bahwa penetapan goal (tujuan) secara spesifik yang memberikan tantangan dan disertai dengan respons balik terhadap setiap usaha pencapaian tujuan akan lebih memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerja.

Teori Z (William G. Ouchi)
o Produktivitas dan kepercayaan saling bergandengan.
o Mengharapkan pekerja akan bekerja seumur hidup di perusahaan tsb
o Bekerja dengan penuh rasa intim.
o Tipe Z penuh dengan sistem informasi serba modern dan memiliki sistem pembukuan mutakhir, tetapi sistem pengawasan yang tegas secara eksplisit tidak ada
o Keputusan diambil secara kolektif
o Perusahaan tipe Z tidak terlalu menekankan terhadap pentingnya laba
o Sifat egalitarian adalah prinsip yang dianut oleh tipe Z.

Teori Prestasi (Mc Clelland)
o Menjelaskan tingkah laku yang berorientasi kepada prestasi (achievement-oriented behaviour) yang didefinisikan sebagai tingkah laku yang diarahkan terhadap tercapainya standard of excellent
o “Seseorang yang mempunyai need for achievement yang tinggi selalu mempunyai pola pikir tertentu ketika ia merencanakan untuk melaksanakan sesuatu, selalu mempertimbangkan apakah pekerjaan yang dilakukan itu cukup menantang atau tidak”

Teori Ekspektasi (Vroom)
Motif seseorang untuk melakukan sesuatu pekerjaan adalah fungsi nilai dan kegunaan dari setiap hasil yang mungkin dapat dicapai/ekspektasi dengan persepsi kegunaan suatu perbuatan dalam usaha tercapainya hasil tersebut.

M= E (H.N)
M = Motivasi
E = Ekspektasi
H = Hasil
N = Nilai



Teori Peningkatan Kepuasan Pekerja
• Teori Penguatan/Modifikasi Perilaku (Reinforcement/Behavior Modification Theory)
Menyatakan bahwa perilaku dapat dikembangkan atau tidak melalui pemberian imbalan atau penerapan hukuman;
• Teori Manajemen Partisipatif dan Pemberian Wewenang (Empowerment)
Karyawan diberi kebebasan bersuara dan mengeluarkan pendapat tentang bagaimana cara mereka melakukan pekerjaan dan bagaimana pengelolaan dari perusahaan
• Management by Objective (MBO),
Sistem kolaborasi dalam penetapan tujuan yang mencakup semua bagian organisasi baik dari level atas hingga level bawah, merupakan teknik untuk mengelola proses perencanaan yang berfokus dalam membantu manajer mengimplementasikan dan melaksanakan rencana mereka.

Teori Produktivitas
Menurut Ray A.Kilian
Productivity means quality of output as well as quality. Productivity refers to the output per man hour in anyone, company or organization. Productivity refern to the ratio of output to input by industry of section of the economy*

Menurut Schernerhorn
Productivity is a summary measure of the quantity and quality of work performance with resource utilization considered*


TEORI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah suatu proses memotivasi pihak lain untuk bekerja sesuai
tujuan tertentu. Hal ini menyangkut kemampuan dalam mempengaruhi perilaku
orang lain untuk bertindak sesuai yang diharapkan.

Pendekatan utama kepemimpinan
1. Pendekatan sifat-sifat (traits approach):
- Pendidikan umum yang luas
- Kematangan mental
- Sifat ingin tahu
- Kemampuan analitis
- Memiliki daya ingat yang kuat
- Integratif
- Ketrampilan berkomunikasi
- Ketrampilan mendidik
- Rasional dan obyektif
- Pragmatisme
- Ada naluri prioritas
- Pandai mengatur waktu
- Kesederhanaan
- Sifat keberanian
- Kemampuan mendengar.
2. Pendekatan keperilakuan (behavioral approach)
Menurut Rensis Likert, kepemimpinan terdiri atas 4 sistem yaitu:
- exploitative authoritative
- benevolent authoritative
- concultative
- partisipative

Sebab-sebab munculnya pemimpin
o Teori Genesis
o Teori Sosial
o Teori ekologis atau sintesis

Sifat-sifat pemimpin
1. Energi jasmaniah dan mental
2. Kesadaran akan tujuan dan arah
3. Antusiasme
4. Keramahan dan kecintaan
5. Integritas
6. Penguasaan teknis
7. Ketegasan dalam mengambil keputusan
8. Kecerdasan
9. Ketrampilan mengajar
10. Kepercayaan
Tipe/Gaya kepemimpinan
o Tipe kharismatis
o Tipe paternalistis & maternalistis
o Tipe militeris
o Tipe otokratis
o Tipe laissez faire
o Tipe populistis
o Tipe administratif
o Tipe demokratis

Ketrampilan kepemimpinan
o Technical skills
o Human skills
o Conceptual skills

Power atau kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Ada 4 tipe kekuasaan:
1. Personal power
2. Legitimate power
3. Expert power
4. Political power

Power dalam hubungan bisnis
o Kekuasaan memaksa (Coercive power)
o Kekuasaan penghargaan (Reward power)
o Kekuasaan sah (Legitimate power)
o Kekuasaan ahli (Expert power)
o Kekuasaan referen (Referent power)

Gaya Manajerial (managerial style) merupakan pola perilaku yang dilakukan manajer dalam berhubungan dengan bawahan, yang diklasifikasikan menjadi
a. Gaya Otokratis, Segala keputusan/kebijakan di tangan pemimpin
b. Demokratis, bersifat kekeluargaan, karyawan dilibatkan dlm mengambil
c. keputusan/ menentukan kebijakan bersama
d. Free-rein, organisasi membebaskan sepenuhnya karyawan bekerja dg cara

Hubungan Industrial Ketenagakerjaan
Hubungan yang mencakup semua aspek hubungan antara pekerja dengan pemberi kerja dalam lingkungan kerja. Fokus dari hubungan industrial adalah untuk menciptakan hubungan efektif antara seorang pekerja dengan pekerja lainnya dan antara kelompok pekerja dengan pengusaha. Suatu corak atau sistem pergaulan atau sikap dan perilaku yang terbentuk di antara pelaku proses produksi barang dan jasa, yaitu pekerja, pengusaha, pemerintah.



BAB VI
Pasar (Permintaan & Penawaran )

Pasar adalah sekumpulan pembeli dan penjual dari sebuah barang atau jasa tertentu.
– Pembeli sebagai kelompok yang menentukan permintaan...
– Penjual sebagai kelompok yang menentukan penawaran produk…

Klasifikasi Pasar
 Persaingan sempurna (Perfectly Competitive):
Produk homogen
Pembeli dan penjual sangat banyak
Pembeli dan penjual sebagai penerima harga
 Monopoly:
Hanya ada satu penjual, dan banyak pembeli
Penjual menentukan harga (price maker)
 Oligopoly:
Beberapa penjual, tapi tidak agresif dalam bersaing.
Contoh rute penerbangan, ketika ada dua perusahaan yang melayani maka akan menghindari persaingan ketat.
 Monopolistic Competition:
Banyak penjual dengan produk yang tidak terlalu jauh berbeda, shg masih ada kemampuan untuk menetapkan harga produk. Contoh industri software.

Sifat-sifat penjual yang disenangi pembeli
o Jujur dalam informasi
o Pengetahuan yang baik tentang barang
o Tahu kebutuhan konsumen
o Pribadi yang menarik.
o Selalu gembira
o Lurus hati dan disiplin
o Bijaksana, Sopan santun
o Periang, Mudah bergaul
o Penuh inisiatif, Tidak putus asa
o Katajaman daya ingatan
o Penuh perhatian.
o Lancar berbicara, Halus budi pekerti
o Toleran, Simpati
o Optimis, tenang dan tabah.




Mengapa ada penjual yang gagal
1. Kurang inisiatif
2. Tidak membuat rencana dan organisasi yang kurang baik
3. Tidak memiliki pengetahuan tentang barang produksi
4. Kurang sungguh-sungguh
5. Penjual tidak berorientasi pada langganan
6. Kurangnya latihan yang memadai
7. Kurang luwes dalam mengikuti keinginan pembeli
8. Tidak mempunyai pengetahuan pasar
9. Kurang memiliki pengetahuan perusahaan
10. Karir penjual kurang menguntungkan
11. Tidak memiliki pengalaman penjual
12. Kurang disiplin, Bekerja tidak dengan penuh perhatian
13. Kurang menaruh perhatian pada perkembangan/masa depan dengan pribadinya
14. Kegagalan dalam mengikuti instruksi
15. Kurang percaya pada diri sendiri
16. Tak cakap dalam mengarahkan dan membimbing pembeli ke arah pembelian
17. Tak pandai berbicara, Kurang daya imajinasi
18. Banyak terpengaruh tentang persoalan pribadi
19. Kesukaran dalam mengadakan komunikasi
20. Kurang bijaksana, Kurang sopan dan kurang ramah
21. Sikap tidak menyakinkan
22. Kegagalan mengatasi keberatan yang diajukan pembeli
23. Suka berjudi dan minuman keras
24. Banyak melamun
25. Sering terganggu kesehatan dan selalu mengeluh.







BAB VII
ETIKA BISNIS


Etika Bisnis adalah kepercayaan tentang apa yang benar dan salah atau baik dan
buruk dalam tindakan yang mempengaruhi yang lain. Perilaku etis tingkah laku yang disesuaikan terhadap norma sosial yang diterima secara umum berkenaan dengan tindakan yang berguna dan berbahaya. suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dam norma yang dijadikan tuntutan dalam berusaha

Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat keputusan-keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan.

Ada model 3 langkah sederhana untuk melakukan penilaian etika untuk situasi
yang muncul selama aktivitas bisnis, yakni:
a. mengumpulkan informasi relevan yang sesungguhnya;
b. menganalisis fakta-fakta untuk menetapkan nilai moral yang paling sesuai;
c. membuat keputusan etik berdasarkan pada kebenaran atau kesalahan dari
kebijakan atau aktivitas yang dimaksudkan.

Empat norma etik tersebut adalah :
kegunaan (utility), hak (rights), keadilan (justice), dan kepedulian (caring).

Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder, yakni meliputi tanggung jawab kepada konsumen, karyawan, investor, pemasok, dan komunitas lokal dimana bisnis berada.

Empat Area Tanggung Jawab Organisasi Bisnis:
o Tanggung jawab terhadap lingkungannya (Environmental)
o Tanggung Jawab terhadap konsumennya (Stakeholder)
o Tanggung Jawab terhadap Karyawannya (Employees)
o Tanggung Jawab terhadap Investor (Shareholder)

Beberapa Model Pendekatan tanggung jawab sosial Bisnis adalah
Obstructionist Stance Model :
Perusahaan sebagai Profit Center, Revenue Center, Expense Center, Standar Cost Center
Defensive Stance Model :
Perusahaan yg mengutamakan kepentingan perusahaan di atas segala-galanya, tanpa memperdulikan lingkungan sekitar.
Accommodative Stance Model :
Perusahaan yg memperhatikan perbaikan nasib karyawan, peningkatan upah dan bantuan perumahan yg layak
Proactive Stance Model :
Usaha aktif membangun kepercayaan sosial, pencegahan pencemaran lingkungan, membangun citra & Bentuk perusahaan
Traditional/Austere Stance model :
Memaksimumkan kekayaan pemegang saham
Household Stance Model :
Perusahaan adalah sebuah tim kerja, keluarga, organisasi sosial. Pentingnya penghargaan, kepuasan karyawan
Vendor Stance Model :
Memusatkan perhatian kepada pelanggan dan memnuhi kepentingan mereka
Invesment Stance Model :
Fokus pada keuntungan jangka panjang dan kemampuan perusahaan bisnis untuk bertahan
Civic Stance Model :
Tanggung jawab terhadap masyarakat dan membantu masyarakat untuk mendapat tujuannya.
Artistic Stance Model :
Kaitan Erat dengan masyarakat, jaringan sosial yg lebih manusiawi
Electric Stance Model :
Gabungan beberapa model tanggung jawab sosial

Tanggung Jawab Organisasi
Empat area tanggung jawab organisasi :
1. Tanggung jawab terhadap lingkungannya (Environmental)
2. Tanggung Jawab terhadap konsumennya (Stakeholder)
3. Tanggung Jawab terhadap Karyawannya (Employees)
4. Tanggung Jawab terhadap Investor (Shareholder)

Prinsip-prinsip etika dan perilaku binis
10 prinsip etika yg mengarahkan perilaku menurut Michael Josephson :
1. Kejujuran (Honesty)
2. Integrity (Integritas)
3. Menepati janji (Promise keeping)
4. Fidelity
5. Adil (Fairness)
6. Peduli Sesama (Caring for others)
7. Menghormati Sesama (Respect for others)
8. Bertanggungjawab kepada masyarakat (Responsibility citizenship)
9. Memberikan yang terbaik (Pursuit of excellence)
10. Akuntabilitas (Accountability)

Cara-cara mempertahankan standar etika
1. Ciptakan kepercayaan kepada perusahaan
2. Kembangkan kode etik
3. Jalankan kode etik secara adil dan konsisten
4. Lindungi hak perorangan
5. Adakan pelatihan etika
6. Lakukan audit etika secara periodik
7. Pertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan
8. Hindari contoh etika yang tercela setiap saat. Etika diawali dari atasan
9. Ciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah
10. Libatkan karyawan dalam mempertahankan standar etika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar